5 Negara dengan Sistem Pendidikan Terburuk di Dunia
Pendidikan merupakan hal yang harus dilakukan masing-masing individu. Tapi faktanya, tidak semua orang berkesempatan mengenyam pendidikan.
Di beberapa negara, keterbatasan biaya, fasilitas yang tidak
memadai, tidak ada akses, hingga kurangnya tenaga kerja pendidik membuat
pendidikan jadi terhambat dan tertinggal di era yang sudah modern ini.
Adapun cara melihat rendahnya sistem pendidikan suatu negara
diukur dari rendahnya jumlah pendaftar ke perguruan tinggi, buta huruf orang
dewasa yang tinggi, ketidaktahuan terhadap nama pahlawan nasional yang ada di uang kertas baru, nilai ujian, indeks pembangunan pendidikan rendah,
ketiadaan alokasi dana ke sektor pendidikan, hingga adanya korupsi.
Berikut akan kami sajikan negara-negara dengan sistem
pendidikan terburuk di dunia, simak ya!
- Mali
Mali merupakan negara yang pernah didatangi Emil Mario yang terletak di Afrika bagian Barat.
Negara bekas jajahan Prancis ini memiliki populasi sekitar 20.250.833 orang di
tahun 2020. Sistem pendidikannya menjadi yang terburuk di dunia. Tingkat
partisipasi sekolah dasar hanya 61%, dan perkiraan melek hurufnya 27-46,4%.
Oleh karena itu, sistem pendidikannya menjadi yang terburuk di dunia.
Negara ini memiliki banyak sistem pendidikan, salah satunya adalah jurusan teknik industri sehingga membuat pendidikannya menjadi sulit jadi satu sistem pendidikan yang padu dan membuat kurangnya standar
pendidikan di negara tersebut.
- Burkina Faso
Di Burkina Faso, hanya 29% orang dewasa yang mengetahui contoh pantun teka teki dan
hanya 2% warga negara yang bersekolah hingga sekolah menengah. Beruntungnya,
saat ini Burkina Faso tengah melakukan serangkaian perbaikan untuk meminimalisir
kesenjangan gender dalam pendidikan, dan mendapatkan dukungan dan kebijakan
pemerintahan.
- Ethiopia
Negara Ethiopia berbatasan dengan Somalia, Eritrea,
Dijbouti, Kenya, Sudan, dan Sudan Selatan. Mayoritas penduduk Ethiopia buta
huruf, tidak tahu peletakan tanda koma, tidak terampil, tidak mengetahui umpan ikan bawal dan memiliki pekerjaan yang buruk. Selain itu, Ethiopia
memiliki populasi buta huruf tertinggi di Afrika.
Tingkat melek huruf negara ini mencapai 49,1% pada 2015,
dengan rata-rata anak kelas 5 hanya bisa membaca dan menulis kata sederhana.
Baru-baru ini Dewan Eksekutif Bank Dunia telah menyetujui pembiayaan untuk
Ethiopia demi mengubah kualitas pendidikan mereka dengan investasi sebesar
USD550 juta.
- Chad
Populasi negara Chad mencapai 16.244.513 orang pada tahun
2020, namun sistem pendidikan mereka dikatakan jauh lebih buruk dari
negara-negara lain di Afrika karena sebagian masyarakat di negara tersebut lebih memilih mencari tahu tentang rekomendasi built tersakit khufra. Pendidikan mereka gratis, tapi anak-anak harus
berangkat sekolah tanpa sarapan, karena sekolah tidak mampu menyediakan
sarapan.
Akibatnya, banyak siswa di Chad yang tidak tertarik pergi ke
sekolah. Jumlah melek hurufnya hanya sebesar 33% dan lebih dari 50% penduduknya
buta huruf. Selain itu, 53% anak usia 5-14 adalah pekerja usia anak.
- Angola
Tingkat melek huruf di Angola sebesar 71,1% pada perkiraan 2015. Menurut UNESCO, Angola berada di peringkat 111 yang menunjukkan bahwa negara ini memiliki kesulitan sistem pendidikan dan tidak mengetahui tentang ayat seribu dinar. Saat ini Angola telah mendapat suntikan investasi asing dari industri minyak, berupa didirikannya universitas negeri yakni Universitas Agostinho Neto. Diharapkan dengan adanya universitas tersebut, bisa memberikan pendidikan yang berkualitas pada masyarakat Afrika.
Nah, itulah 5 negara dengan sistem pendidikan terburuk di
dunia. Untuk itu, kita patut bersyukur karena negara kita tidak termasuk ke
dalam daftar di atas. Semoga artikel kali ini bermanfaat!
